Scroll Text - http://www.marqueetextlive.com

MODEL PEMBELAJARAN DAN TEORI BELAJAR YANG MENDUKUNGNYA


Bab I
PENDAHULUAN
I.                   Latar Belakang
Sebagaimana telah diketahui bahwa dalam kegiatan belajar mengajar banyak faktor yang memegang peran antara lain guru dan siswa sebagai pelakunya, proses belajar mengajarnya itu sendiri, fasilitas pendukung yang tersedia, lingkungan tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar tersebut dan lain sebagainya.
Namun dalam pengamatan serta pengalaman selama ini ternyata banyak sekali keluhan para guru yang mengajar salah satu mata pelajaran. Salah satu diantaranya adalah rendahnya kemampuan siswa dalam mempelajari mata pelajaran tersebut, di lain pihak guru pada umumnya masih kurang memperhatikan kemampuan siswa dan pembelajaran masih terpusat pada guru (teacher center). Padahal pembelajaran matematika merupakan usaha membantu siswa mengkontruksi pengetahuan melalui proses (Marpaung: 2006). Proses tersebut dimulai dari pengalaman, sehingga siswa harus diberi  kesempatan seluas-luasnya untuk mengkontruksi sendiri pengetahuan yang harus dimiliki.
Oleh sebab itu maka kami sedikit memberikan konstribusi tentang model dan teori belajar yang dapat mendukung dalam proses pembelajaran. Karena dalam proses pembelajaran dapat diikuti dengan baik dan menarik perhatian siswa apabila menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa dan sesuai dengan materi pembelajaran.

II.                Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penulisan makalah ini antara lain :
a.       Apa hakikat dari belajar dan pembelajaran ?
b.      Bagaimankah model pembelajaran yang dapat di gunakan ?
c.       Teori-teori apa sajakah yang melandasi model pembelajaran  modern ?

III.             Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
a.       Di ajukan untuk memenuhi tugas kuliah Model Pembelajaran Matematika.
b.      Pembaca dapat memahami hakikat belajar, pengertian model serta teori-teori yang melandasinya dalam pembelajaran.
c.       Bisa memberikan konstribusi kepada rekan-rekan mahasiswa sebagai calon guru.
Bab II
MODEL  PEMBELAJARAN DAN TEORI BELAJAR YANG MENDUKUNGNYA
I.              Hakikat Belajar Dan Pembelajaran
a.       Pengertian
Belajar merupakan suatu proses interaksi antara diri manusia dengan lingkungannya, yang mungkin berwujud pribadi, fakta, konsep ataupun teori. Sehingga proses belajar senantiasa merupakan perubahan tingkah laku, dan terjadi karena hasil pengalaman, sehingga dapat dikatakan terjadi proses belajar apabila seseorang menunjukkan tingkah laku yang  berbeda. Mengenai perubahan itu, menurut Bloom meliputi tiga ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.

Anthony robbins, mendefenisikan belajar sebagai proses menciptakan hubungan antara sesuatu (pengetahuan) yang sudah dipahami dan sesuatu yang baru.  Dari defenisi tersebut, dimensi belajar memuat beberapa unsure yaitu : penciptaan hubungan, sesuatu hal yang sudah dipahami dan sesuatu yang baru. Jerome brunner dalam ( Romberg & Kaput, 1999) bahwa belajar adalah sesuatu proses aktif dimana siswa membagun pengetahuan baru berdasarkan pada pengalaman/pengetahuan yang sudah dimilikinya.

Dalam pandangan konstruktivisme “belajar” bukanlah semata-mata mentransfer pengetahuan yang ada diluar dirinya , tetapi belajar lebih pada bagaimana otak memproses dan menginterprestasikan pengalaman yang baru dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya dalam format yang baru. Proses pembangunan  ini bisa melalui asimilasi atau akomodasi (Mc Mahon, 1996). Belajar secara umum diartikan sebagai perubahan pada individu yang terjadi melalui pengalaman dan bukan karena pertumbuhan atau perkembangan tubuhnya atau karakteristik seseorang sejak lahir.

Pembelajaran merupakan aspek kegiatan manusia yang kompleks, yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan. Secara simple dapat diartikan sebagai produk interaksi berkelanjutan antara pengembangan  dan pengalaman hidup. Pada hakikatnya pembelajaran adalah usaha sadar oleh seseorang guru untuk membelajarkan kepada sisiwanya dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

b.      Efektifitas Pembelajaran

Dalam praktek proses pembelajaran masing sering didapatkan pola yang masih bersifat transmisif, yaitu pengajar selalu mentransfer konsep-konsep secara langsung pada peserta didik. Sehingga siswa menjadi pasif dalam menyerap struktur pengetahuan yang diberikan guru atau dalalm buku pelajaran.

Sehingga interaksi social dalam belajar ini menjadi sangat penting dalam belajar. Vygotsky (dalam Ackerman, 1996) berpendapat bahwa belajar adalah proses social konstruksi yang dihubungkan oleh bahasa dan interaksi social.

Untuk mengahadapi hal tersebut maka perlu pembelajaran yang efektif. Keefektifan pembelajaran adalah hasil guna yang diperoleh setelah pelaksanaan proses belajar mengajar. Efesiensian dan keefektifan mengajar dalam proses interaksi belajar yang baik adalah segala daya upaya guru untuk membantu para siswa agar bisa belajar dengan baik. Suatu pembelajaran dikatakan efektif apabila memenuhi persyaratan berikut :

1.         Persentasi waktu belajar siswa yang tinggi dicurahkan terhadap KBM
2.         Rata-rata perilaku melaksanakan tugas yang tinggi diantara siswa
3.        Ketetapan antara kandungan materi ajaran dengan kemampuan siswa (orentasi keberhasilan belajar) diutamakan
4.        Mengembangkan suasana belajar yang akrab dan positif mengembangkan struktur kelas yang mendukung.
Keefektifan dalam pembelaran juga memerlukan guru yang efektif. Dalam hal ini guru yang selalu berusaha agar anak didiknya terlibat secara tepat dalam suatu mata pelajaran dengan persentasi waktu belajar akademis yang tinggi dan pelajaran berjalan tanpa menggunakan teknik yang memaksa, negative, ataupun hukuman.
II.           Pengertian Model Pembelajaran
Model dimaknakan sebagai objek atau konsep yang digunakan untuk mepersentasikan sesuatu hal. Sesuatu yang nyata dan dikonversi untuk sebuah bentuk yang lebih komprehensip.
Dari istilah pengertian belajar dan model tersebut dapat dimaksudkan bahwa model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistimatis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.

Istilah model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada strategi, metode atau prosedur. Model pembelajaran mempunyai empat ciri yaitu :

1.      Rasional teorotis logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya;
2.      Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar
3.      Tingkah laku mengjara yang diperlukan  agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil
4.      Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai.
Selain ciri-ciri diatas model pembelajaran dikatakan baik jika memenuhi criteria: shaih (valid), praktis, dan efektif.
III.        Teori-teori Belajar Modern Yang Melandasi Model Pembelajaran  

Pada mulanya teori-teori belajar dikembangkan oleh para ahli psikologi dan kegiatan belajar itu cenderung diketahui sebagai suatu proses psikologi, terjadi di dalam diri seseorang. Oleh karena itu sulit diketahui dengan pasti bagaimana terjadinya. Karena prosesnya begitu kompleks, maka timbul beberapa teori tentang belajar. Dalam hal ini antara lain teori ilmu jiwa daya, ilmu jiwa gestalt, ilmu jiwa asosiasi dan kontruktivisme (Sardiman, 2003: 30).

Teori belajar menurut ilmu jiwa daya: jiwa manusia itu terdiri bermacammacam daya dan masing-masing daya dapat dilatih untuk memenuhi fungsinya. Menurut ilmu jiwa Gestalt menyatakan bahwa kegiatan belajar bermula pada suatu pengamatan.  Teori belajar yang lain yakni teori belajar menurut ilmu jiwa asosiasi yang terdiri dari Konektionisme dari Thorndike dan teori Conditioning dari Pavlov.

Gagne, seperti yang dikutip oleh Mariana (1999: 25) menyatakan untuk terjadinya belajar pada diri siswa diperlukan kondisi belajar, baik kondisi internal maupun kondisi eksternal.

Kondisi internal merupakan peningkatan memori siswa sebagai hasil belajar terdahulu. Kondisi eksternal meliputi aspek atau benda yang dirancang atau ditata dalam suatu pembelajaran. Hasil belajar, Gagne seperti dikutip oleh Mariana (1999: 25) menyatakan dalam lima kelompok, yaitu inetelkual skill, cognitive strategy, verbal information, motor skill, dan attitude.

1.      Teori Belajar Kontruktivisme
Teori ini menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mngecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak lagi sesuai.
Guru tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga memberi kesempatan siswa untuk menemukan dan menerapkan ide-ide mereka sendiri. Siswa harus membangun sendiri pengetahuan di dalam benaknya.
2.      Teori Perkembangan Kognitif Piaget
Teori ini memandang perkembangan kognitif sebagai suatu proses dimana anak secara aktif membangun sistem makna dan pemahaman realitas melalui pengalaman-pengalaman dan interaksi-interaksi mereka.
Empat tingkat perkembangan kognitif:
a.       Sensorimotor: lahir-2 tahun
b.      Praoperasional: 2-7 tahun
c.       Operasi konkret: 7-11 tahun
d.      Operasi formal: 11 tahun sampe dewasa
Implikasi penting dalam model pembelajaran dari teori Piaget:
a.         Memustakan perhatian pada berpikir atau proses mental anak, tidak sekedar pada hasilnya.
b.        Memperhatikan peranan pelik dari inisiatif anak sendiri, keterlibatan aktif adalam kegiatan pembelajaran.
c.         Memaklumi akan adanya perbedaan individual adalam hal kemajuan perkembangan.
3.      Metode Pengajaran John Dewey
Metode reflektif di dalam memecahkana masalah, yaitu proses berpikir aktif, hati-hati, yang dilandasi proses berpikir ke arah kesimpulan-kesimpulan yang definitif melalui lima langkah:
a.       Siswa mengenali masalah
b.      Siswa menyelidiki dan menganalisa.
c.       Menghubungkan hasil analisa dan mengumpulkan berbagai kemungkinan untuk dipecahkan.
d.      Melakukan hipotesis
e.       Mempraktekkan salah satu kemungkinan pemecahan masalah.
Bekerja sangat penting karena memberikan pengalaman yang dapat memimpin orang berpikir sehingga dapat bertindak bijaksana dan benar.
4.      Teori Pemrosesan Informasi
Teori ini menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak.
a.        Pentingnya Pengetahuan Awal
Yaitu sekumpulan pengetahuan dan pengalaman individu yang diperoleh sepanjang perjalanan hidup mereka, dan apa yang ia bawa kepada suatu pengalaman belajar baru (Nuur, 2000: 11)
b.      Register Penginderaan
Register penginderaan menerima sejumlah besar informasi dari indera. Register penginderaan ini, mengalami pemrosesan awal melalui:
-          Persepsi
-          Psikologi Gestalt
-          Perhatian
c.       Memori Jangka Pendek
Menurut Miller seperti yang dikutip dalam Nur (1998b: 9), memori jangka pendek mempunyai kapasitas 5-9 bits informasi.
d.      Memori Jangka Panjang
Yaitu tempat di mana pengetahuan disimpan secara permanen untuk dipanggil lagi kemudian, apabila ingin dugunakan (Arends, 1997: 251). Tulving (1985) seperti yang dikutip oleh Nur (1998b: 13), membagi memori jangka panjang menjadi tiga bagian, yaitu:
-          Memori episodic
-          Memori semantic
-          Memori procedural
Memori jangka panjang ini dapat diperkuat dengan beberapa cara:
-          Tingkat pemrosesan
-          Kode ganda
-          Pemrosesan transfer-cocok
5.      Teori Belajar Bermakna David Auseble
Inti teori ini adalah belajar bermakna. Yaitu suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang (Dahar, 1988: 137).
6.      Teori Penemuan Jerome Bruner
Bruner menganggap bahwa belajar penemuan sesuai dengan sendirinya memberi hasil yang paling baik. Berusaha snediri untuk mencari pemecahan masalah serta pengethauan yang menyertainya, menghasilkan pengetahuan yang benar-benar bermakna (Dahar, 1988: 125).
7.       Teori Pembelajaran Sosial Vygotsky
Teori ini menekankan pada aspek sosial dari pembelajaran. Menurut Vygotsky bahwa proses pembelajaran akan terjadi jika anak bekerja atau menangani tugas-tugas yang belum dipelajari, anmun tugas-tugas tersebut masih berada dalam jangkauan mereka disebut dengan zone of proximal development (daerah tingkat perkembangan sedikit di atas daerah perkembangan seseorang saat ini).
Satu lagi ide penting dari Vygotsky adalah scaffolding yaitu pemberian bantuan kepada anak selama tahap-tahap awal perkembangannya dan mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada anak untuk mengambil alih tanggungjawab yang semakin besar segera setelah anak dapat melakukannya.
8.      Teori pembelajaran prilaku
Skinner merupakan salah satu tokoh yang sangat berperan dalam teori pembelajaran perilaku yang telah mempelajari hubungan antara tingkah laku dan konsekuensinya mengemukakan bahwa belajar merupakan perubahan perilaku (Gredler, 1994:177)
Prinsip yang paling penting dari teori belajar prilaku adalah bahwa perilaku berubah sesuai dengan konsekuensi-konsekuensi langsung dari perilaku tersebut. Konsekuensi tersebut ada yang menyenangkan disebut penguat (rainforcer) dan ada pula yang tidak menyenangkan atau disebut hukuman (punisher).
Adapun tujuan adanya konsekuensi tersebut adalah untuk mengubah perilaku peserta didik. Penggunaan konsekuensi ini disebut pengkondisian operan (operant condition).



Bab III
PENUTUP
I.                   Kesimpulan
Belajar merupakan suatu proses interaksi antara diri manusia dengan lingkungannya, yang mungkin berwujud pribadi, fakta, konsep ataupun teori. Sedangkan pembelajaran pada hakikatnya adalah usaha sadar oleh seseorang guru untuk membelajarkan kepada sisiwanya dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.
Keefektifan pembelajaran adalah hasil guna yang diperoleh setelah pelaksanaan proses belajar mengajar. Efesiensian dan keefektifan mengajar dalam proses interaksi belajar yang baik adalah segala daya upaya guru untuk membantu para siswa agar bisa belajar dengan baik.
Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistimatis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.
Teori-teori Belajar Modern Yang Melandasi Model Pembelajaran
a.       Teori belajar konstruktivisme
b.      Teori perkembangan kognitif piaget
c.       Metode pengajaran john dewey
d.      Teori pemrosesan informasi
e.       Teori belajar bermakna david ausubel
f.       Teori penemuan Jerome bruner
g.      Teori pembelajaran social vygotsky
h.      Teori pembelajaran prilaku

II.                Saran
a.       Dalam proses kegiatan belajar mengajar hendaknya komunikasi antara siswa dan guru sejalan, supaya dalam proses pembelajaran tersebut tidak pakum.
b.      Sebagai guru hendaknya lebih memahami kondisi siswanya serta meluaskan wawasanya supaya memperoleh teori-teori yang dapat diterapakan kepada siswanya.
c.       Penulisan makalah ini tentunya masih banyak kekurangan, hendaknya pembaca dapat memberikan kritik saran untuk perbaikan kedepanya.
DAFTAR PUSTAKA
Trianto, M.Pd, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, 2010, Prenada Media Group, Jakarta
Drs. Markaban, M.Si,  Model Penemuam Terbimbing pada Pembelajaran Matematika SMK, 2008,  Pusat pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan Tenaga kependidikan matematika, Yogyakarta


0 Response to "MODEL PEMBELAJARAN DAN TEORI BELAJAR YANG MENDUKUNGNYA"

Poskan Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme